Kamis, 30 Oktober 2008


Di halaman rumahku tumbuh sebatang pohon sawo. Entah sudah berapa tahun usianya. Yang jelas, ia tak pernah berbuah. Hanya berbunga. Seorang tetangga mengatakan bahwa pohon sawo ini adalah pohon laki-laki, yang tak akan pernah menghasilkan buah.
Tapi toh beberapa waktu yang lalu ia berbuah. Hanya dua saja. Sebuah diambil seorang tetangga, dan sebuah lagi kubiarkan terus bergantung, hingga jatuh sendiri pada akhirnya.
Menimpa plesteran rumah, buah itu retak terbuka dan air buahnya mengalir keluar. Kubelah, lalu kumakan. Manis sekali. Semanis penantian dan harapan, yang seringkali terasa terlalu lama...*




Tidak ada komentar: