Kamis, 30 Oktober 2008


Di halaman rumahku tumbuh sebatang pohon sawo. Entah sudah berapa tahun usianya. Yang jelas, ia tak pernah berbuah. Hanya berbunga. Seorang tetangga mengatakan bahwa pohon sawo ini adalah pohon laki-laki, yang tak akan pernah menghasilkan buah.
Tapi toh beberapa waktu yang lalu ia berbuah. Hanya dua saja. Sebuah diambil seorang tetangga, dan sebuah lagi kubiarkan terus bergantung, hingga jatuh sendiri pada akhirnya.
Menimpa plesteran rumah, buah itu retak terbuka dan air buahnya mengalir keluar. Kubelah, lalu kumakan. Manis sekali. Semanis penantian dan harapan, yang seringkali terasa terlalu lama...*




Bertahan Hidup

Gadis kecil ini tak memilih hidup macam apa yang dijalaninya.

Ia tinggal di sebuah pemukiman liar nan kumuh, di sebuah bantaran kali, di sebelah tempat pembuangan sampah. Hanya sekian puluh meter dari tempatnya duduk dan bermain, berdiri sebuah apartemen. Di sekitar apartemen itu ada supermarket, salon kecantikan, tempat makan dan jajaran ATM.

Sungguh situasi hidup yang kontras. Bersama sekitar 30 KK dipemukiman liar itu, si gadis kecil mencoba untuk bertahan hidup...*